Dibalik Sukses Portal Musik Digital Spotify dan Napster

Posted by on Mar 22, 2010 in Blog | Comments Off

Layanan content musik digital Spotify telah memikat berjuta orang dalam waktu yang singkat, dengan menyuguhkan layanan streaming online musik secara gratis bagi para membernya. Sementara itu pendahulunya Napster secara diam diam meluncurkan paket US$ 5 untuk unlimited musik online streaming plus bonus 5 MP3 download setiap bulannya.

SPOTIFY, merupakan portal musik digital yang memungkinkan pelanggan internet melakukan browsing dan memainkan lagu lagu dari katalog lagunya yang berjumlah 3,5 juta lagu. User juga memungkinkan membuat kastemisasi play list dan memainkan lagu lagu kesukaannya. Sebelumnya user harus mendownload client yang memungkinkan pembuatan play list dimaksud. Layanan streaming yang disediakan adalah gratis dengan imbalan adanya banner di play list user serta advertising di dalam lagu (audio) yang sedang dimainkan. Bila user tidak mau ada iklan, maka user bisa membayar US$13 per Bulan. Layanan spotify hanya bisa dinikmati di UK, Swedia, Norwegia, Finlandia, Prancis dan Spanyol.

Secara Technology, Spotify tidak seperti imeem dan last.fm yang dala memainkan musik memalui web based. Spotify mengharuskan user untuk mendownload client, tersedia dalam Mac dan Window. Ketika user request suatu lagu, maka lagu dimaksud disediakan oleh server spotify langsung atau melalui komputer user lainnya dengan teknologi P2P (peer to peer). Artinya spotify akan menggunakan Bandwidth nya user walaupun user tidak sedang memainkan lagu. Katanya spotify telah mematenkan teknologi ini. File music juga di codec 160Kbps yang di claim memiliki kualitas suara yang lebih bagus dengan proses streaming yang lebih cepat.

Spotify didirikan tahun 2006 oleh Daniel EK dan Martin Lorentzon. Spotify based di Luxembourg dengan dasar untuk menghindari pajak meskipun para pegawainya bekerja di Swedia, UK dan Rumania.

Spotify didukung pendanaan yang cukup besar (jutaan dollars) dari kedua pendirinya dan berpuluh juta dollars dari para investor, termasuk beberapa major label yang ikut menanambakn share nya di spotify (tidak dijelaskan labels mana saja).

Beberapa gambaran financing dari portal musik yang telah ada :

a. Myspace Musik : US$ 45 Juta

b. Pandora : US$ 41 Juta

c. Spotify : US$ 28 Juta

d. Slacker : US$ 65 Juta

Economics. CEO Spotify menyebutkan bahwa dia hanya menghabiskan uang US$10 ribu untuk biaya Marketing Spotify hanya di UK dan telah menarik minat 1 juta users yang telah melakukan streaming 10 Juta lagu. Sebaliknya Spotify harus membayar fee per lagu yang dimainkan user ke pemilik lagu. Fee per lagu adalah 1 Cent per play (untuk musik on demand) dan 0,2 Cent untuk radio streaming. Bila kita hitung, maka fee per day yang harus dibayarkan Spotify ke pemilik lagu secara total adalah US$100,000 per hari atau US$360 Juta per tahun. Ini yang kita sebut dengan royalty. Advertising yang di generate sebagai revenue dari Spotify tentu tidak bisa mengcover besar royalti ini.   

NAPSTER:

Napster, sebelum krisis financial Global telah dijual kepada Best Buy, sebuah perusahaan retail besar. Best Buy merencanakan pengurangan cost yang sudah dilakukan oleh Napster, salah satunya adalah dengan migrasi dari Microsoft DRM ke MP3. Dengan demikian, musik di Napster akan dalam di play di beberapa device yang telah dijual di retailer2 besar. Saat ini dengan US$5 per bulan user sudah dapat menikmati streaming semua lagu, ditambah bonus 5 download MP3 gratis setiap bulannya.

Beberapa gambaran layanan musik digital premium adalah sebagai berikut:

Premium Music Services (Ad Free)

 

Monthly

Streaming

Devices

Mobile

Region

Other

Napster

$5.00

Interactive

Net radios

-

US, expected in UK, Germany shortly

Includes 5 MP3s/month

Pandora

$3.00

Radio

-

iphone, Blackberry, J2ME version for other phones

US

Huge userbase, but struggling to get per stream royalty rates changed in Congress.

Rhapsody

$12.95

Interactive

Net radios

-

US

Windows Only

Sirius

$12.95

Radio

Car radios

-

US, Canada

iphone app promised
Price raising $1.95/month end of July

Spotify

$13.00

Interactive

-

-

EU, Scandinavia, US promised

Android app previewed, but not released

Slacker

$3.99

Radio

Net radios

iphone, Blackberry

US

#1 music app on Blackberry. Rumored to be considering a MP3 store.

Apa yang terjadi di Masa Depan (Future):

User sudah membuktikan bahwa mereka sangat resist terhadap hal hal yang berbayar di dunia online ini. User selalu menghindar atas layanan layanan berbayar (subscription) seperti Napster dan Rhapsody yang justru menawarkan katalog lagu lagu yang sama isinya. Radio streaming berbayar seperti Pandora juga diprediksi tidak akan sukses. Pandora memperkirakan hanya 3% dari jumlah user yang berminat melakukan pembelian musik digital secara online.

Ok, coba lihat spotify. Disini spotify masih memiliki bisnis model lainnya yaitu Advertising. Namun dibandingkan dengan Fee Royalti yang harus mereka bayar ke musik owner sekitar US$ 360 juta, maka pendapatan dari advertising ini masih jauh dari harapan mungkin 10 sampai 100 kali lipatnya.

Napster juga mengalami hal yang sama, dengan US$5 per bulan dan jumlah pelanggan subcribe yang cukup kecil maka mustahil kalau Napster sebagai perusahaan yang stand alone, bisnis ini akan berjalan dengan baik. Best Buy sebagai parent company tentunya diharapkan dapat menolong Napster.

Secara profit, tentunya bisnis musik digital akan banyak mengalami tekanan dan diperkirakan tidak akan sustain. Kecuali ada kejelasan dan perubahan dalam pola pembayaran royalti fee yang cukup besar.

(disadur dari tulisan Michael Robertson, the founder of MP3.com dan MP3tunes

Comments are closed.